autoAds

Showing posts with label chairil anwar. Show all posts
Showing posts with label chairil anwar. Show all posts

Saturday, September 1, 2012

NISAN


Bukan kematian benar menusuk kalbu Keridhaanmu menerima segala tiba Tak kutahu setinggi itu di atas debu Dan duka maha tuan tak bertahta DENGAN MIRAT
Kamar ini jadi sarang penghabisan di malam yang hilang batas
Aku dan engkau hanya menjengkau rakit hitam
‘Kan terdamparkah atau terserah pada putaran hitam?Matamu ungu membatu
Masih berdekapankah kami atau mengikut juga bayangan itu

Sunday, August 26, 2012

TJERITA BUAT DIEN TAMAELA


Beta Pattiradjawane jang didjaga datu datu Tjuma satu
 Beta Pattiradjawane kikisan laut berdarah laut
beta pattiradjawane ketika lahir dibawakan datu dajung sampan
beta pattiradjawane pendjaga hutan pala beta api dipantai,siapa mendekat tiga kali menjebut beta punja nama
dalam sunyi malam ganggang menari menurut beta punya tifa pohon pala, badan perawan djadi hidup sampai pagi tiba
mari menari ! mari beria ! mari berlupa !
awas ! djangan bikin bea marah beta bikin pala mati, gadis kaku beta kirim datu-datu !
beta ada dimalam, ada disiang irama ganggang dan api membakar pulau …….
beta pattiradjawane jang didjaga datu-datu tjuma satu

Friday, August 24, 2012

DIPONEGORO


Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali. Pedang di kanan, keris di kiri Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri Menyediakan api.
Punah di atas menghamba Binasa di atas ditindas Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai Jika hidup harus merasai
Maju Serbu Serang Terjang

Monday, July 30, 2012

MALAM


Mulai kelam belum buntu malam kami masih berjaga –Thermopylae?- - jagal tidak dikenal ? - tapi nanti sebelum siang membentang kami sudah tenggelam hilang

Sunday, July 29, 2012

DERAI DERAI CEMARA


cemara menderai sampai jauhterasa hari akan jadi malamada beberapa dahan di tingkap merapuhdipukul angin yang terpendam
aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
hidup hanya menunda kekalahantambah terasing dari cinta sekolah rendahdan tahu, ada yang tetap tidak terucapkansebelum pada akhirnya kita menyerah

Saturday, July 28, 2012

HAMPA


kepada sri

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak. Lurus kaku pohonan. Tak bergerak Sampai ke puncak. Sepi memagut, Tak satu kuasa melepas-renggut Segala menanti. Menanti. Menanti. Sepi.

Tambah ini menanti jadi mencekik Memberat-mencekung punda Sampai binasa segala. Belum apa-apa Udara bertuba. Setan bertempik Ini sepi terus ada. Dan menanti

Thursday, July 26, 2012

AKU


Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduliAku mau hidup seribu tahun lagi

Tuesday, July 24, 2012

DOA


kepada pemeluk teguh

Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

Monday, July 23, 2012

SAJAK PUTIH


Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita Mati datang tidak membelah…

AKU BERADA KEMBALI

Wednesday, July 18, 2012

KRAWANG-BEKASI


Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi. Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami, terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu. Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Tuesday, July 17, 2012

CINTAKU JAUH DI PULAU

Cintaku jauh di pulau, gadis manis,
sekarang iseng sendiri
Perahu melancar,bulan memancar, di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
Angin membantu, laut terang, tapi terasa aku tidak ‘kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu, di perasaan penghabisan segala melaju Ajal bertakhta, sambil berkata: “Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! Perahu yang bersama ‘kan merapuh! Mengapa Ajal memanggil dulu Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!Manisku jauh di pulau, kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.

Sunday, July 15, 2012

SENJA DI PELABUHAN KECIL

buat: Sri AjatiIni kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang, rumah tua, pada cerita tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut 

Saturday, July 14, 2012

YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS


kelam dan angin lalu mempesiang diriku, menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin, malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugudi Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin

aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu; tapi kini hanya tangan yang bergerak lantangtubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku

Friday, July 13, 2012

MALAM DI PEGUNUNGAN


Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!

CHAIRIL ANWAR



Nama                       : Chairil Anwar
Tempat,Tanggal lahir  : Medan, 26 Juli 1922
Ayah  : Toeloes
Ibu    : Saleha
Istri   : Hapsah Wiraredja
Anak  : Evawani Alissa
Wafat :  28 April1949
Pendidikan : 

Tuesday, July 10, 2012

PENERIMAAN


Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiriKutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi
Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani
Kalau kau mau kuterima kembali Untukku sendiri tapi
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.

PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO


Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji Aku sudah cukup lama dengan bicaramu dipanggang diatas apimu, digarami lautmu Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945 Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu Aku sekarang api aku sekarang laut

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

PRAJURIT JAGA MALAM


Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ? Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu…… Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !